Tuesday, May 27, 2014

Gastroenteritis/diare

Gastroenteritis/diare

Pengertian
Pada orang sehat dalam keadaan normal kolon dikosongkan secara teratur dalam 24 jam, yaitu 1-2 kali sehari buang air besar, tinja yang dikeluarkan berbentuk lunak. Karena suatu penyakit seseorang dapat buang air besar melebihi dari normal atau diare.
Berikut ini beberapa pengertian dari diare antara lain:
Diare adalah buang aur besar/ defekasi dengan tunja berbebtuk cair atau setengah cairan atau setengah padat dengan kandungan air lebih banyak dari biasanya( normal 100-200 ml/jam tinja)
Diare adalah buang air besar encer  atau air lebih dari tiga kali sehari (menurut WHO 1980)
Diare adalah buang air besat tidak normal, bentuk tinja encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Pada bayi dikatakan diare bila lebih dari 3 kali buang air besar cair. Sedangkan pada neonatus bila buang air besar cair lebih dari 4 kali (kedokteran FKUI : ilmu kesehatan anak, 1991:283)
Disre akut adalah diare yang awalnya mendadak  dan berlanngsung singkat dalam beberapa jam dan lamanya

DIARE
Diare
Adalah  keadaan frekuensi buang air besar lebih dari  4 kali pa da bayi dan lebih dari 3 kali anak ,konsisitensi feses encer dspt berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir  dan darah atau lendir saja.(perawatan anak sakit,Ngastiyah 1997)
Diare
Adalah devekasi encer lebih dari tiga kali dalam sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja.(kapita selekta kedokteran jilid 2 tahun 2000).
Diare
Adalah individu menganlami perubahan kebiasaan bab yang normal di tandai dengan seringnnya kehilangan cairan dan feses yang tidak terbentuk(susan martin  T ,1998:8)
Diare
Adalah bertambahnya jumlah atau berkursangnnya konsistensi tinja yang di keluarkan (soeparto ,dkk 1999)

Diare dapat di sebabkabn oleh infeksi ,seperti hal lain mal absorbsi .diare sebenarnnya merupakan salah satu gejala dari penyakit sistem gastrointestinal atau penyakit lain di luar pencernaan  .tetapi skarang lebih di  kenal dengan nama penyakit diare karena dengan sebutan penyakit diare akan mempercepat  tindakan penanggulangan. Penyakit diare terutama pada bayi perlu  memerlukan tindakan secaptnya karena dapat membawa bencana bila terlambat.

ETIOLOGI
1 faktor infeksi
A    Infeksi enteral ,infeksi saluran pencernaan ynag merupakan penyebeb utama diare pada anak meliputi infeksi enteral sebagai berikut.

•    Infeksi bakteri:vibro ,E koli ,salmonella ,shigella,campylobacter,yersinea ,aeromonas dsb.
•    Inveksi virus:Enterovirus (virus ECHO ,coxsakie,polyemeilitis)
•    Infeksi parasit.:cacing (ascaris trikuris ,oxyuris ,strongiloides)protosoa,jamur dl.

B infeksi parenteral adalah infeksi alat pencernaan  makanan seperti :otitis media akut (OMA) tonsilitis ,bronkopneomoni,ensefalitis dsb.keadaan ini terutama terjadi pada bayi yang berumur 2 tahun..

2    faktor malabsorbsi .
    malabsorbsi karbohidrat :di sakarida (intoleransi laktosa ,maltosa dan sakrosa ) monosakarida ,pada bayi dan anak  ynag tersering adalah intoleransi laktosa .
    malabsorbsi lemak .
    malabsorbsi protein.
3    faktor makanan.
        Makanan basi,beracun,alergi terhadap makanan.
4    Faktor psikologis.
       Rasa takut dan cemas (jarang tetapi dapat terjadi anak yang lebih  besar.)

PATOGENESIS
Mekanisame dasar yang menyebabkan timbulnnya diare adalah :
1 Gangguan osmotik.
Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi  sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus .isi rongga usus yang berlebih akan merangsang usus untuk  mengeluarkannnya sehingga timbul diare.
2  Ganguan sekresi.
Akibat rangsangan tertentu (misal toksin) pada dinding usus akan  terjadi peningkatan  sekresi ,air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnnya timbul diare karena terjadi peningkatan isi rongga usus.
3   Gangguan  motilitas usus.
Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare .sebaliknnya bila peristaltik turun akan mengakibatkan bakteri tumbul berlebih sehingga menyebabkan diare . 


PATOFISIOLOGI
Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi:
1.    Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinnya gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik,hipokalimia).
2.    Ganggaun gizi akibat kelaparan (masukan kurang,pengeluaran bertambah).
3.    Hipoglikemi.
4.    Ganguan sirkulasai darah.
           (perawatan anak sakit,NGASTIYAH,1997)

PENATALAKSANAAN
1.    Pemberian  ,jenis cairan,cara memberikan cairan ,jumlah pemberiannnya .
2.    Dietetik (cara pemberian makanan)
3.    Obat-obatan.

1 Pemberian cairan.
       Pemberian cairan pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinnya  dan keadaan umum.
a  Cairan oral.
Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang cairan   cairan per oral  berupa cairan  yang berisikan NaCL dan NaHC03,KCL dan dan glukosa .untuk diare akut dan kolera pada anak diatas umur 6 bulan kadar natrium 90 meq/L .formula lengkap sering di sebut dengan oralit.cairan sederhana yang dapat di buat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NACL DAN sukrosa ) atau air tajin yang di beri garam dan gula  ,untuk pengobatan sementara sebelum di bawa ketempat pengobatan ,rumah sakit/pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi  lebih jauh.
b  Cairan parenteral.
Sebenarnnya ada beberapa cairan yang di perhatikan sesuai dengan kebutuhan pasien misalnya untuk bayi dan pasien MEP.

Tebel 1.1 kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak di bawah umur 2 tahun.

Derajat dehidrasi    PWL    NWL    CWL    JUMLAH
Ringan     50    100    25    175
Sedang    75    100    25    200
Berat    125    200    25    350

Tabel 1.2 kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak berumur 2-3 tahun.
Derajat dehidrasi    PWL    NWL    CWL    JUMLAH
Ringan    30    80    25    135
Sedang    50    80    25    155
Berat    80    80    25    185

Tabel 1.3 kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut berat badan pasien dan umur.

Berat badan    Umur    PWL    NWL    CWL    JUMLAH
0-3 Kg    0-1bln    150    125    25    300
3-10 kg    1bln-2 thn    125    100    25    250
10-15kg    2-5 thn     100    80    25    205
15-25kg    5-10 thn    80    25    25    130

Keterangan:
    PWL:Previous water losses (ml/kgBB)(Cairan yang  hilang karena muntah)
    NWL:Normal water losses (ml/kg/BB) Cairan yang keluar karena urin ,pernafasan,penguapan kulit.
    CWL:Concomitant water losses (ml/kg/BB) Cairan yang keluar karena muntah,muntah,dan diare.
Tetapi semua itu tergantung pada tersediannya cairan setempat .pada umumnya cairan ringer laktat (RL) selalu tersedia di fasitas kesehatan cairan yang di gunakan tergantung dari besar ringanya dehidrasi.yang di perhitungkan dengan kehilangan cairan sesuai umur dan beratnnya badan.

Cara memberikan cairan :
a  Belum ada dehidrasi
Peroral sebanyak anak mau minum (ad libtum)atau setiap satu gelas setiap devikasi.
b  Dehidrasi ringan
1 jam pertama :25-50 ml/kg BB per oral (intragastrik)
selanjutnnya :125 ml/kg BB /hari ad libtum.
c  Dehidrasi sedang .
Satu jam pertama 50-100 ml/kg/BB per oral intragastrik(sonde)
Selanjutnnya :125 ml/kg/BB /hari adlibtum.
d Dehidrasi berat
•    Untuk anak 1 bl-2 th berat badan 3-10kg .
Satu jam pertama :40 ml/kg/BB/jam =10 tetes /kg BB / menit (set infus 1 ml = 20 tetes.
7 jam berikutnnya :12 ml /kg BB/jam=3 tetes ml/kg /menit (set infus 1 ml =15 tetes )atau 4 tetes /kg BB /menit(set infus  1 ml =20 20 tetes.
16b jam berikutnnya :125 ml/kg BB oralit peroral/integastrik .bila anak tidak mau minum teruskan DG intra vena 2tetes/.kg/BB /MENIT (set infus 1 ml =20 tetes.

•    Untuk anak lebih dari 2,5 tahun dengan berat badan 10-15kg.
1 jam pertama :30 ml/kg BB /jam /atau 8 tetes kg/kg BB/menit (1 ml =15 tetes atau atau 10 tetes/kg BB/menit (1 ml=20 tetes).
7 jam berikutnnya :10 ml/kg/BB /jam atau 3 tetes /kg BB/menit  (1 ml=15 tetes )atau 4 tetes /kg/BB / menit (1 ml =20 tetes).
16 jam berikutnnya :125 ml/kg BB/oralit atau intagastrik.bilaanmak tidak mau minum di teruskan dengan DG iv 2 tetes /kg /BB/menit (12ml = 15 tetes atau 3 tetes/kg/BB /menit 1ml=20 tetes).
•    Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat bedan 15-25 kg.
1 jam pertama :20 mg/kg/BB /jam atau 5 tetes /kg/BB/mnt (1ml =15 tetes)atau 7 tetes /kg/BB/mnt(1ml=20 tetes).
7 jam berikut :10 ml/kg/BB /jam atau 2,5 tetes/kgBB /mnt (1ml=15 tetes)atau 3 tetes/kg BB/mnt (1 ml =20 tetes).
16 jam :105 ml/kg/BB oralit peroral atau anak tidak mau minm dapat di berikan DG aa iv 1 tetes kg/BB/mnt (1 ml=15 tetes )atau 1,5 tetes /kg BB /mnt (set infus =20 tetes).
•    Untuk bayi baru lahir (neunatus) dengan berat badan 2-3 kg.
Kebutuhan cairan :125 ml+100ml+25 ml =250 ml /kg/BB/jam .jenis cairan :cairarn 4:1 (bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHC03 1,5 %)kecapt 4 jam pertama :25 ml/kg BB/jam  atau 6 tetes/kg/BB/mnt (1 ml+15 tetes)8 tetes kg/BB/mnt(1 ml=20 tetes).
20 jam berikitnya 150 ML/KG /BB//20 jam /2 tetes /kg BB/mnt (1 ml=15 tetes )2,5 tetes/kg /BB/mnt(1 ml=20 tetes).
•    Untuk bayi berat badan lahir rendah,dengan berat badan kurang dari 2 kg.
Kebutuhan cairan 250 ml/kgBB/24 jam.jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 10 % +1 bagian NaHCO3 1,5 %)kecepatan cairan sam dengan bayi baru lahir.
•    Cairan untuk pasien MEP sedang dan berat dengan diare dehidrasi berat .
Misalnnya untuk anak umur 1 bln  –2 thn dengan berat badan 3-10 kg jenisa cairan DG aa dan jumlah cairan 240/kg/BB/24jam (lihat tabel 3-3).
Kecepatan:4 jam pertama :60 ml/kg/BB/jam /15 ml /kgBB/jam atau =4 tetes kgBB/ menit (1ml=15 tetes)atau 5 tetes /kg/BB/mnt (1 ml=20 tetes).
20 jam berikutnnya :190 ml/kgBB/20 jam atau 10 ml /kg /BB/jam atau 2,5 tetes /kg BB /mnt (1ml=15 tetes )atau 3 tetes /kgBB/mnt (1 ml=20 tetes)   

 PEMBERIAN CAIRAN MEP tipe marasmik.
Kwashiorkor dengan diare dehidrasi berat  misalnnya dengan berat ,misalnnya dengan berat badan 3-10 kg,umur 1 bulan-2th ,jumlah cairan 200 ml /kg BB/24 jam .kecepatan tetesan 4 jam pertama  idem pada paseien mep .jenis cairan DG aa .dua jam berikitnnya 100 ml/kg/BB/20 jam atau 7 ml /kg BB/jam atau 13/4 tetes /kg/BB/ menit (1ml=15 menit)atau 2,5 tetes /kg /BB/menit (1 ml=20 tetes).
    Selain pemberian cairan yang di sebutkan masih ada ketentuan pemberian cairan pada pasien lainnya misalnya pada bronkopnoemonia denhan diare atau denagn pasein jantung  bawaan ,yang memerlukan cairan yang berbeda dan pemberian kecepatan yang berlainan pula .biola menjumpai pasien-paseien tersebut sebelum di pasang infus hendaknya mennyakan dahulu pada dokter.

2    Pengobatan diatetik.
1 untuk nak di bawah 1 tahun dan anak di atas satu tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg jenisa makanan :
•    Susu asi atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak jenuh ,misalnnya LLM,almiron atau sejenis lainnya .
•    Makanan setengah padat(bubur)atau makanan setengah padat (nasi tim) bila aknak tidak mau minum susu karena di rumah tidak bisa .

•    Susu khusus yang sudah di tentukan sesuai dengan  kelainan yang di tetntukan misalnnya susu yang tidak  mengandung laktosa atau yang mengandung asam lemak yang  brantai  sedang atau tidak jenuh.
    

Cara melakukannya :
Hari ke 1  setelah rehidrasi segera di berian makanan per oral .bila di beri asi atau susu formula tetapi susu   masih sering ,supaya di beri oralit selang seling dengan asi misalnnya dengan 2 ASI /susu kusus ,1kali oralit .
Hari ke 2 sampai  ke 4 asi atau susu formula rendah laktosa penuh.
Hari ke 5 bila tidak ada kelainan pasien di pulanghkan .kembali susu atau makanan     baisa ,di sesuaikan denganunur bayi dan berat badannnya.
3    Obat –obatan .
 Prinsip pengobatandiare adalh untuk mengganti cairan yang hilang melalui tinda dengan atau melaui mentah ,dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau  karbohidrat lain (gula air tajin,tepung beras dan sebagainnya .
•    Obat anti sekresi:
        Asetosal dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mgklorpomasin .dodis 0,5-1 mg   /kg/BB/hari.
•    Obat spasmolitik dan lain-lain .umumnnya obat spasmolitik seperti papaverin ,ektrak baladona ,opium loporasmid tida di gunaka untuk mengatasi diare akut lagi.obat pengeras tinja seperti koalin,pektin ,korkoal,tabonasl tidak ada manfaatnnya uantuk mengatasi diare sehingga tidak di berikan lagi.
•    Anti biotik.umumnnya antibiotik tidak di berikan apabila tidak ada penyebebnnya yang jelas.bila penyebabnnya kolera di berikan tetrasiklin 25-50 mg/kg/BB/hari .anti biotik di berikan juga bila terdapt penyakit penyerta seperti OMA,faringitis ,bronkitis atau bronkoneomonia.
























No comments:

Post a Comment