Gastroenteritis/diare
Pengertian
Pada orang sehat dalam keadaan normal kolon dikosongkan secara teratur dalam 24 jam, yaitu 1-2 kali sehari buang air besar, tinja yang dikeluarkan berbentuk lunak. Karena suatu penyakit seseorang dapat buang air besar melebihi dari normal atau diare.
Berikut ini beberapa pengertian dari diare antara lain:
Diare adalah buang aur besar/ defekasi dengan tunja berbebtuk cair atau setengah cairan atau setengah padat dengan kandungan air lebih banyak dari biasanya( normal 100-200 ml/jam tinja)
Diare adalah buang air besar encer atau air lebih dari tiga kali sehari (menurut WHO 1980)
Diare adalah buang air besat tidak normal, bentuk tinja encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Pada bayi dikatakan diare bila lebih dari 3 kali buang air besar cair. Sedangkan pada neonatus bila buang air besar cair lebih dari 4 kali (kedokteran FKUI : ilmu kesehatan anak, 1991:283)
Disre akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlanngsung singkat dalam beberapa jam dan lamanya
DIARE
Diare
Adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pa da bayi dan lebih dari 3 kali anak ,konsisitensi feses encer dspt berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja.(perawatan anak sakit,Ngastiyah 1997)
Diare
Adalah devekasi encer lebih dari tiga kali dalam sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja.(kapita selekta kedokteran jilid 2 tahun 2000).
Diare
Adalah individu menganlami perubahan kebiasaan bab yang normal di tandai dengan seringnnya kehilangan cairan dan feses yang tidak terbentuk(susan martin T ,1998:8)
Diare
Adalah bertambahnya jumlah atau berkursangnnya konsistensi tinja yang di keluarkan (soeparto ,dkk 1999)
Diare dapat di sebabkabn oleh infeksi ,seperti hal lain mal absorbsi .diare sebenarnnya merupakan salah satu gejala dari penyakit sistem gastrointestinal atau penyakit lain di luar pencernaan .tetapi skarang lebih di kenal dengan nama penyakit diare karena dengan sebutan penyakit diare akan mempercepat tindakan penanggulangan. Penyakit diare terutama pada bayi perlu memerlukan tindakan secaptnya karena dapat membawa bencana bila terlambat.
ETIOLOGI
1 faktor infeksi
A Infeksi enteral ,infeksi saluran pencernaan ynag merupakan penyebeb utama diare pada anak meliputi infeksi enteral sebagai berikut.
• Infeksi bakteri:vibro ,E koli ,salmonella ,shigella,campylobacter,yersinea ,aeromonas dsb.
• Inveksi virus:Enterovirus (virus ECHO ,coxsakie,polyemeilitis)
• Infeksi parasit.:cacing (ascaris trikuris ,oxyuris ,strongiloides)protosoa,jamur dl.
B infeksi parenteral adalah infeksi alat pencernaan makanan seperti :otitis media akut (OMA) tonsilitis ,bronkopneomoni,ensefalitis dsb.keadaan ini terutama terjadi pada bayi yang berumur 2 tahun..
2 faktor malabsorbsi .
malabsorbsi karbohidrat :di sakarida (intoleransi laktosa ,maltosa dan sakrosa ) monosakarida ,pada bayi dan anak ynag tersering adalah intoleransi laktosa .
malabsorbsi lemak .
malabsorbsi protein.
3 faktor makanan.
Makanan basi,beracun,alergi terhadap makanan.
4 Faktor psikologis.
Rasa takut dan cemas (jarang tetapi dapat terjadi anak yang lebih besar.)
PATOGENESIS
Mekanisame dasar yang menyebabkan timbulnnya diare adalah :
1 Gangguan osmotik.
Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus .isi rongga usus yang berlebih akan merangsang usus untuk mengeluarkannnya sehingga timbul diare.
2 Ganguan sekresi.
Akibat rangsangan tertentu (misal toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi ,air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnnya timbul diare karena terjadi peningkatan isi rongga usus.
3 Gangguan motilitas usus.
Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare .sebaliknnya bila peristaltik turun akan mengakibatkan bakteri tumbul berlebih sehingga menyebabkan diare .
PATOFISIOLOGI
Sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi:
1. Kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinnya gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik,hipokalimia).
2. Ganggaun gizi akibat kelaparan (masukan kurang,pengeluaran bertambah).
3. Hipoglikemi.
4. Ganguan sirkulasai darah.
(perawatan anak sakit,NGASTIYAH,1997)
PENATALAKSANAAN
1. Pemberian ,jenis cairan,cara memberikan cairan ,jumlah pemberiannnya .
2. Dietetik (cara pemberian makanan)
3. Obat-obatan.
1 Pemberian cairan.
Pemberian cairan pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinnya dan keadaan umum.
a Cairan oral.
Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang cairan cairan per oral berupa cairan yang berisikan NaCL dan NaHC03,KCL dan dan glukosa .untuk diare akut dan kolera pada anak diatas umur 6 bulan kadar natrium 90 meq/L .formula lengkap sering di sebut dengan oralit.cairan sederhana yang dapat di buat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NACL DAN sukrosa ) atau air tajin yang di beri garam dan gula ,untuk pengobatan sementara sebelum di bawa ketempat pengobatan ,rumah sakit/pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh.
b Cairan parenteral.
Sebenarnnya ada beberapa cairan yang di perhatikan sesuai dengan kebutuhan pasien misalnya untuk bayi dan pasien MEP.
Tebel 1.1 kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak di bawah umur 2 tahun.
Derajat dehidrasi PWL NWL CWL JUMLAH
Ringan 50 100 25 175
Sedang 75 100 25 200
Berat 125 200 25 350
Tabel 1.2 kehilangan cairan menurut derajat dehidrasi pada anak berumur 2-3 tahun.
Derajat dehidrasi PWL NWL CWL JUMLAH
Ringan 30 80 25 135
Sedang 50 80 25 155
Berat 80 80 25 185
Tabel 1.3 kehilangan cairan pada dehidrasi berat menurut berat badan pasien dan umur.
Berat badan Umur PWL NWL CWL JUMLAH
0-3 Kg 0-1bln 150 125 25 300
3-10 kg 1bln-2 thn 125 100 25 250
10-15kg 2-5 thn 100 80 25 205
15-25kg 5-10 thn 80 25 25 130
Keterangan:
PWL:Previous water losses (ml/kgBB)(Cairan yang hilang karena muntah)
NWL:Normal water losses (ml/kg/BB) Cairan yang keluar karena urin ,pernafasan,penguapan kulit.
CWL:Concomitant water losses (ml/kg/BB) Cairan yang keluar karena muntah,muntah,dan diare.
Tetapi semua itu tergantung pada tersediannya cairan setempat .pada umumnya cairan ringer laktat (RL) selalu tersedia di fasitas kesehatan cairan yang di gunakan tergantung dari besar ringanya dehidrasi.yang di perhitungkan dengan kehilangan cairan sesuai umur dan beratnnya badan.
Cara memberikan cairan :
a Belum ada dehidrasi
Peroral sebanyak anak mau minum (ad libtum)atau setiap satu gelas setiap devikasi.
b Dehidrasi ringan
1 jam pertama :25-50 ml/kg BB per oral (intragastrik)
selanjutnnya :125 ml/kg BB /hari ad libtum.
c Dehidrasi sedang .
Satu jam pertama 50-100 ml/kg/BB per oral intragastrik(sonde)
Selanjutnnya :125 ml/kg/BB /hari adlibtum.
d Dehidrasi berat
• Untuk anak 1 bl-2 th berat badan 3-10kg .
Satu jam pertama :40 ml/kg/BB/jam =10 tetes /kg BB / menit (set infus 1 ml = 20 tetes.
7 jam berikutnnya :12 ml /kg BB/jam=3 tetes ml/kg /menit (set infus 1 ml =15 tetes )atau 4 tetes /kg BB /menit(set infus 1 ml =20 20 tetes.
16b jam berikutnnya :125 ml/kg BB oralit peroral/integastrik .bila anak tidak mau minum teruskan DG intra vena 2tetes/.kg/BB /MENIT (set infus 1 ml =20 tetes.
• Untuk anak lebih dari 2,5 tahun dengan berat badan 10-15kg.
1 jam pertama :30 ml/kg BB /jam /atau 8 tetes kg/kg BB/menit (1 ml =15 tetes atau atau 10 tetes/kg BB/menit (1 ml=20 tetes).
7 jam berikutnnya :10 ml/kg/BB /jam atau 3 tetes /kg BB/menit (1 ml=15 tetes )atau 4 tetes /kg/BB / menit (1 ml =20 tetes).
16 jam berikutnnya :125 ml/kg BB/oralit atau intagastrik.bilaanmak tidak mau minum di teruskan dengan DG iv 2 tetes /kg /BB/menit (12ml = 15 tetes atau 3 tetes/kg/BB /menit 1ml=20 tetes).
• Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat bedan 15-25 kg.
1 jam pertama :20 mg/kg/BB /jam atau 5 tetes /kg/BB/mnt (1ml =15 tetes)atau 7 tetes /kg/BB/mnt(1ml=20 tetes).
7 jam berikut :10 ml/kg/BB /jam atau 2,5 tetes/kgBB /mnt (1ml=15 tetes)atau 3 tetes/kg BB/mnt (1 ml =20 tetes).
16 jam :105 ml/kg/BB oralit peroral atau anak tidak mau minm dapat di berikan DG aa iv 1 tetes kg/BB/mnt (1 ml=15 tetes )atau 1,5 tetes /kg BB /mnt (set infus =20 tetes).
• Untuk bayi baru lahir (neunatus) dengan berat badan 2-3 kg.
Kebutuhan cairan :125 ml+100ml+25 ml =250 ml /kg/BB/jam .jenis cairan :cairarn 4:1 (bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHC03 1,5 %)kecapt 4 jam pertama :25 ml/kg BB/jam atau 6 tetes/kg/BB/mnt (1 ml+15 tetes)8 tetes kg/BB/mnt(1 ml=20 tetes).
20 jam berikitnya 150 ML/KG /BB//20 jam /2 tetes /kg BB/mnt (1 ml=15 tetes )2,5 tetes/kg /BB/mnt(1 ml=20 tetes).
• Untuk bayi berat badan lahir rendah,dengan berat badan kurang dari 2 kg.
Kebutuhan cairan 250 ml/kgBB/24 jam.jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 10 % +1 bagian NaHCO3 1,5 %)kecepatan cairan sam dengan bayi baru lahir.
• Cairan untuk pasien MEP sedang dan berat dengan diare dehidrasi berat .
Misalnnya untuk anak umur 1 bln –2 thn dengan berat badan 3-10 kg jenisa cairan DG aa dan jumlah cairan 240/kg/BB/24jam (lihat tabel 3-3).
Kecepatan:4 jam pertama :60 ml/kg/BB/jam /15 ml /kgBB/jam atau =4 tetes kgBB/ menit (1ml=15 tetes)atau 5 tetes /kg/BB/mnt (1 ml=20 tetes).
20 jam berikutnnya :190 ml/kgBB/20 jam atau 10 ml /kg /BB/jam atau 2,5 tetes /kg BB /mnt (1ml=15 tetes )atau 3 tetes /kgBB/mnt (1 ml=20 tetes)
PEMBERIAN CAIRAN MEP tipe marasmik.
Kwashiorkor dengan diare dehidrasi berat misalnnya dengan berat ,misalnnya dengan berat badan 3-10 kg,umur 1 bulan-2th ,jumlah cairan 200 ml /kg BB/24 jam .kecepatan tetesan 4 jam pertama idem pada paseien mep .jenis cairan DG aa .dua jam berikitnnya 100 ml/kg/BB/20 jam atau 7 ml /kg BB/jam atau 13/4 tetes /kg/BB/ menit (1ml=15 menit)atau 2,5 tetes /kg /BB/menit (1 ml=20 tetes).
Selain pemberian cairan yang di sebutkan masih ada ketentuan pemberian cairan pada pasien lainnya misalnya pada bronkopnoemonia denhan diare atau denagn pasein jantung bawaan ,yang memerlukan cairan yang berbeda dan pemberian kecepatan yang berlainan pula .biola menjumpai pasien-paseien tersebut sebelum di pasang infus hendaknya mennyakan dahulu pada dokter.
2 Pengobatan diatetik.
1 untuk nak di bawah 1 tahun dan anak di atas satu tahun dengan berat badan kurang dari 7 kg jenisa makanan :
• Susu asi atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak jenuh ,misalnnya LLM,almiron atau sejenis lainnya .
• Makanan setengah padat(bubur)atau makanan setengah padat (nasi tim) bila aknak tidak mau minum susu karena di rumah tidak bisa .
• Susu khusus yang sudah di tentukan sesuai dengan kelainan yang di tetntukan misalnnya susu yang tidak mengandung laktosa atau yang mengandung asam lemak yang brantai sedang atau tidak jenuh.
Cara melakukannya :
Hari ke 1 setelah rehidrasi segera di berian makanan per oral .bila di beri asi atau susu formula tetapi susu masih sering ,supaya di beri oralit selang seling dengan asi misalnnya dengan 2 ASI /susu kusus ,1kali oralit .
Hari ke 2 sampai ke 4 asi atau susu formula rendah laktosa penuh.
Hari ke 5 bila tidak ada kelainan pasien di pulanghkan .kembali susu atau makanan baisa ,di sesuaikan denganunur bayi dan berat badannnya.
3 Obat –obatan .
Prinsip pengobatandiare adalh untuk mengganti cairan yang hilang melalui tinda dengan atau melaui mentah ,dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain (gula air tajin,tepung beras dan sebagainnya .
• Obat anti sekresi:
Asetosal dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mgklorpomasin .dodis 0,5-1 mg /kg/BB/hari.
• Obat spasmolitik dan lain-lain .umumnnya obat spasmolitik seperti papaverin ,ektrak baladona ,opium loporasmid tida di gunaka untuk mengatasi diare akut lagi.obat pengeras tinja seperti koalin,pektin ,korkoal,tabonasl tidak ada manfaatnnya uantuk mengatasi diare sehingga tidak di berikan lagi.
• Anti biotik.umumnnya antibiotik tidak di berikan apabila tidak ada penyebebnnya yang jelas.bila penyebabnnya kolera di berikan tetrasiklin 25-50 mg/kg/BB/hari .anti biotik di berikan juga bila terdapt penyakit penyerta seperti OMA,faringitis ,bronkitis atau bronkoneomonia.
No comments:
Post a Comment