Monday, May 26, 2014

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PADA USIA 0-12 TAHUN

Proposal
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PADA USIA 0-12 TAHUN
    Pembimbing : 1. Budi Supartinah, S.Kep
         2. Paulinus Deny K, S.Kep., Ns









OLEH :

Kelompok 36

1.    I Wayan Swintha    (13160015)
2.    Arviantiantoro    (13160061)
3.    Baiq Desi W.    (13160019)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI
YOGYAKARTA
2013

KATA PENGANTAR

             Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah analisa jurnal ini dapat terselesaikan. Analisa jurnal “Pertumbuhan dan Perkembangan Anak pada Usia 0-12 Tahun” ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam Stase Keperawatan Anak.

    Makalah ini kami susun berdasarkan beberapa sumber dari internet maupun literature. Adapun tujuan pembuatan makalah ini diantaranya untuk bahan pembelajaran bagi kita dalam mengkritisi hasil penelitian dan metode penelitian yang digunakan khususnya tentang evidence based dalam Keperawatan Anak.

           “Tak ada gading yang tak retak” Begitu pula dengan makalah yang kami susun ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu kami harapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca untuk perbaikan kedepannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi Mahasiswa Keperawatan.


                        Boyolali, 4 Januari 2014

                                                                                                         

                             Penulis

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain (Syaifuddin, 2007).
Kedua proses ini tidak bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri; akan tetapi bisa dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.   Dalam hal ini kedua proses tersebut memiliki tahapan-tahapan diantaranya tahap secara moral dan spiritual. Karena pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dilihat dari tahapan tersebut memiliki kesinambungan yang begitu erat dan penting untuk dibahas maka kita meguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik dari segi teori sampai kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan. 
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :  Apa yang yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
   

C.    Tujuan
1.    Tujuan umum
Mengetahui tahap pertumbuhan dan perkembangan anak pada anak usia 0-12 tahun
2.    Tujuan Khusus
a.     Untuk mengetahui pengertian pertumbuhan
b.    Untuk mengetahui pengertian perkembangan
c.    Untuk mengetahui tahap perkembangan  usia 0-12 tahun

















BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan besar sel diseluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan menyintesis protein-protein baru. Menghasilkan penambahan jumlah berat secara keseluruhan atau sebagian (Sumantri, 2006).
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis(Satiasih, 2008).
2.    Pengertian Perkembangan
Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran
Secara umum konsep perkembangan adalah perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambant laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan tambah jelas dalam rangka keseluruhan.
3.  Tahapan Tumbuh Kembangan
Tahap tumbuh kembang anak secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu
a.    Tahap tumbuh kembang usia 0-5 tahun, terbagi atas :
1)     Masa Neonatus (0-28 Hari)
Tumbuh kembang masa pascanatal diawali dengan masa neonatus, yaitu dimana terjadinya kehidupan yang baru. Pada masa ini terjadi proses adaptasi semua sistem organ tubuh, dimulai dari aktifitas pernafasan, pertukaran gas dengan frekuensi pernapasan antara 35-50 kali permenit, penyesuaian denyut jantung antara 120-160 kali permenit, perubahan ukuran jantung menjadi lebih besar di bandingkan dengan rongga dada, kemudian gerakan bayi mulai meningkat untuk memenuhi kebutuhan gizi.
2)     Masa Bayi (29 Hari-1 Tahun)
Pada masa bayi, tahap tumbuh kembang dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu :
a)    Usia 1-4 bulan, tumbuh kembang pada tahap ini diawali dengan perubahan berat badan. Bila gizi anak baik, maka perkiraan berat badan akan mencapai 700-1000 g/bulan. Pertumbuhan tinggi badan agak stabil, tidak mengalami kecepatan dalam pertumbuhan tinggi badan.
b)    Usia 4-8 bulan, pertumbuhan pada usia ini ditandai dengan perubahan berat benda pada waktu lahir. Rata-rata kenaikan berat benda adalah 500-600 g/bulan, apabila mendapatkan gizi yang baik. Sedangkan pertumbuhan tinggi badan tidak mengalamikecepatan dan stabil berdasarkan pertambahan umur.
c)    Usia 8-12 bulan, pada usia ini pertumbuhan berat badan dapat mencapai tiga kali berat badan lahir, pertambahan berat badan perbulan sekitar 350-450 gram pada usia 7-9 bulan, 250-350 gram pada usia 10-12 bulan, bila memperoleh gizi baik. Pertumbuhan tinggi badan sekitar 1,5 kali tinggi badan pada saat lahir. Pada usia 1 tahun, pertambahan tinggi badan masih stabil dan diperkirakan mencapai 75 cm.
3)     Masa Anak (1-2 Tahun)
Pada masa ini, anak akan mengalami beberapa perlambatan dalam pertumbuhan fisik. Pada tahun kedua, anak hanya mengalami kenaikan berat badan sekitar 1,5 – 2,5 kg dan penambahan tinggi badan 6-10 cm. Pertumbuhan otak juga akan mengalami perlambatan, kenaikan lingkar kepala hanya 2 cm. untuk pertumbuhan gigi, terdapat tambahan 8 buah gigi susu, termasuk gigi geraham pertama dan gigi taring, sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah. Pada usia 2 tahun, pertumbuhan fisik berat badan sudah mencapai 4x berat badan lahir dan tinggi badan sudah mencapai 50 persen tinggi badan orang dewasa. Menginjak usia 3 tahun, rata-rata berat badan naik menjadi 2-3 kg/tahun, tinggi badan naik 6-8 cm/tahun, dan lingkar kepala menjadi sekitar 50 cm.
4)     Masa Prasekolah (3-5 Tahun)
Pada masa prasekolah, berat badan mengalami kenaikan rata-rata 2kg/tahun. Tubuh anak terlihat kurus, akan tetapi aktivitas motorik tinggi dan sistem tubuh mencapai kematangan dalam hal berjalan, melompat, dan lain-lain. Tinggi badan bertambah rata-rata 6,75 – 7,5 cm setiap tahun.
 Pada masa ini anak mengalami proses perubahan pola bakan, umumnya mengalami kesulitan untuk makan. Anak juga mulai menunjukkan kemandirian pada proses eliminasi.
b.    Tahap tumbuh kembang usia 6 -12 tahun
1)    Masa Sekolah (6-12 tahun)
 Fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 12 tahun, sama dengan masa usia Sekolah Dasar. Anak-anak menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. Secara formal mereka mulai memastiki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak, dan pengendalian diri sendiri bertambah pula.
B.  Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0-5 Tahun
Usia    Pertumbuhan    Perkembangan
    Tinggi Badan    Berat Badan    Motorik    Kognitif
0–3 bulan    45–65 cm    3–5 kg    Menggerakkan beberapa bagian
tubuh seperti tangan, kepala, dan mulai belajar memiringkan tubuh.    Mulai mengenal suara, bentuk benda dan warna.
6–9 b
bulan    64- 70 cm    7–9 kg    Dapat menegakkan kepala, belajar tengkurap sampai dengan duduk (pada usia 8 – 9 bulan), dan memainkan ibu jari kaki.

    Mengoceh, sudah mengenal wajah
seseorang, bisa membedakan
suara, belajar makan dan mengunyah
12–18 bulan    74–81 cm    10–11 kg    Belajar berjalan dan berlari,
mulai bermain, dan koordinasi
mata semakin baik.    Mulai belajar berbicara, mempunyai
ketertarikan terhadap jenis-jenis benda, dan mulai muncul rasa ingin tahu.
2–3 tahun    86–96 cm    12–15 kg    Sudah pandai berlari, berolahraga, dan dapat meloncat    Keterampilan tangan mulai membaik, pada usia 3 tahun belajar menggunting kertas, belajar menyanyi, dan membuat coretan sederhana.
4–5 tahun    100–120 cm

    16–22 kg
    Dapat berdiri pada satu kaki  mulai dapat menari, melakukangerakan olah tubuh,  keseimbangan tubuh mulai membaik.    Mulai belajar membaca, berhitung, menggambar, mewarnai, dan merangkai kalimat dengan baik.



C.    Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun
Usia    Pertumbuhan    Perkembangan
    Tinggi Badan    Berat Badan    Motorik    Kognitif
6–8 tahun    120–130 cm    21–27 kg    Mampu meloncati tali setinggi 25 cm, belajar naik sepeda.    Menggambar dengan bentuk proporsional, memakai dan mengancingkan baju, menulis, lancar membaca, tangkas dalam berhitung, belajar bahasa asing, belajar memainkan alat musik.
9–10 tahun    131–145 cm    28–33 kg    Melakukan olah raga permainan seperti bulutangkis, sepak bola, tangkas bersepeda.    Pandai menyanyi, mampu membuat sebuah karangan, Menyerap pelajaran dengan optimal, mulai belajar berdiskusi dan mengemukakan pendapat.
11–12 tahun    145–152 cm    33–39 kg    Melompat tali sampai di atas 50 cm, meloncat sejauh lebih dari 1 meter, terampil dalam enggunakanperalatan.    Konsentrasi belajar meningkat, mulai belajar bertanggung jawab, senang berpetualang dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan besar sel diseluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan menyintesis protein-protein baru. Menghasilkan penambahan jumlah berat secara keseluruhan atau sebagian. Dan Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran.
.
B.       SARAN
1.    Bagi Mahasiswa Keperawatan
Mahasiswa diharapakn meningkatkan pengetahuan tentang pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia 0-12 tahun.
2.    Bagi Rumah Sakit
Sebagai bahan pengambilan kebijakan dalam pemberian keperawatan dan pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat perkembangan anak pada usia 0-12 tahun..




DAFTAR PUSTAKA

Desmita. (2008). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Hidayat, A.Aziz Alimul. (2006).  Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
Kartini Kartono.( 2007). Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: CV. Mandar Maju.
Mulyani Sumantri dan Nana Syaodih. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka.
Setiasih.(2008). Strategi Pembelajaran TK.Jakarta: Universitas Terbuka Sumantri Mulyani,
Yusuf, Syamsul.N.(2006).Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Bandung: PT Remaja Rosda Karya.




Pembingbing Lapangan    Pembimbing Akademik


( Budi Supartinah, S.Kep )    (  Paulinus Deny K, S.Kep., Ns    )

No comments:

Post a Comment