LAPORAN PENDAHULUAN
HARGA DIRI RENDAH
1. Pengertian
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Adanya perasaan hilang percaya diri , merasa gagal karena karena tidak mampu mencapai keinginan sesuai ideal diri (keliat. 2005). gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung.
Harga diri rendah merupakan perasaan negatif diri sendiri termasuk kehilangan rasa percaya diti, tidak berharga, tidak berguna, tidak berdaya, pesimis, tidak ada harapan dan putus asa (Mariyam. 2007)
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri akibat evaluasi diri yang negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan diri yang disebabkan oleh hilangnya percaya diri atau harga diri (Chayatin. 2008)
Rentang respon
Respon adaptif respon maladatif
2. Tanda dan Gejala
a. Data subjektif
1) Mengkritik diri sendiri/orang lain
2) Perasaan tidak mampu
3) Rasa bersalah
4) Sikap pesimis pada kehidupan
5) Menolak kemampuan diri sendiri
6) Perasaan cemas dan takut
7) Mengungkapkan kegagalan pribadi
8) Ketidakmampuan menentukan tujuan
9) Mengejek diri sendiri
b. Data objektif
1) Produktivitas menurun
2) Prilaku destruktif pada diri sendiri
3) Menarik diri dari hubungan sosial
4) Penyalahgunaan zat
5) Ekspresi wajah matu dan rasa bersalah
6) Menunjukan tanda depresi
7) Mudah tersinggung
3. Penyebab
a. Faktor Predisposisi
1) Biologis
Karena ada kondisi sakit fisik yang dapat mempengaruhi kerja hormon secara umum, yang dapat pula berdampak pada keseimbangan neurotransmiter diotak, contok kadar serotonin yang menurun dapat mengakibatkan klien mengalami depresi dan pada pasien depresi kecenderungan harga diri rendah semakin besar karena klien lebih dikuasai oleh pikiran negatif dan tidak berdaya.
2) Psikologis
HDR sangat berhubungan dengan pola asuh dan kemampuan individu menjalankan peran dan fungsinya. Hal-hal yang dapat mengakibatkan individu mengalami HDR meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistis, orang tua yang tidak percaya pada anak, tekanan teman sebaya, peran yang tidak sesuai dengan jenis kelamin dan peran dalam pekerjaan.
3) Sosial
Status ekonomi sangat mempengaruhi proses terjadinya harga diri rendah antara lain kemiskinan, tempat tinggal didaerah kumuh, kultur sosial yang berubah misalkan ukuran keberhasilan individu
4) Kultural
Tunjukkan peran sesuai kebudayaan sering meningkatkan kejadian HDR antara lain : wanita sudah menikah jika umur mencapai dua puluhan, perubahan kultur ke arah gaya hidup individualis
b. Faktor Presipitasi
Terjadinya HDR karena hilangnya sebagian anggota tubuh berubahnya penampilan / bentuk tubuh, mengalami kegagalan serta menurunnya produktivitas.
4. Psikopatologi
Faktor Predisposisi
Faktor Presipitasi
Ketidakmampuan mengatasi stresor
Gangguan Kognitif
Koping Individu tidak efektif
Ketidakmampuan dan tidak siap menerima masalah yang sedang dihadapi
Merasa tidak berdaya, pesimis, tidak mampu dan menyalahkan diri sendiri
Harga Diri Rendah
5. Diagnosa Keperawatan Utama
Harga diri rendah kronis
6. Penatalaksanaan
Tgl/Jam TUM / TUK Kriteria Hasil Intervensi Rasionali
TUM : klien memiliki konsep diri yang postif
TUK 1 : klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat Setelah 2 x interaksi, klien menunjukkan ekpresi wajah bersahabat, menunjukan rasa tenang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdamoingan dengan perawat, mau mengatakan masalah yang dihadapi 1. BHSP dengan komunikasi treapuetik
- Sapa klien dengan ramah (verbal/non verbal)
- Perkenalkan nama, tujuan perawat berkenalan
- Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai
- Buat kontrak yang jelas
- Tunjukkan sikap empati dan menerima apa adanya
- Tanyakan perasaan klien dan masalah yg dihadapi
- Beri perhatian kebutuhan dasar klien Dasar untuk kelancaran hubungan interaksi
TUK 2 : klien dapat mengidentifikasi aspek positif & kemampuan yg dimiliki Setelah 2 x interaksi klien menyebutkan
- Aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien
- Aspek positif klien
- Aspek positif lingkungan klien 1. Diskusikan dengan klien tentang aspek positif yang dimiliki klien, keluarga dan lingkungan, kemampuan yang dimiliki klien
2. Buat daftar tentang aspek positif klien, keluarga & lingkungan, kampuan yang dimilki klien Menggali aspek positif yang dimiliki
Untuk dilakukan di hari selanjutnya dibangsal
TUK 3 : klien dapat menilai kemampuan yang dimilikinya untuk dilaksanakan Setelah 2 x interaksi klien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan 1. Diskusikan dengan klien kemampuan yang dilaksanakaan
2. Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya Mengetahu &mengembangkan kemampuan yang dimiliki
TUK 4 : klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Setelah 2 x interaksi klien membuat rencana kegiatan harian 1. Rencana bersama klien aktivitas yang dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien kegiatan mandiri, kegiatan dengan bantuan
2. Tingkatkan kegiatan sesuai kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan Mengalami aktivitas yang bisa dilakukan setiap hari
Mengingkatkan kemampuan klien
Agar dapat dicontoh & dilakukan dengan maksimal
TUK 5 : klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang dibuat Setelah 2 x interaksi klien dapat melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat 1. Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan
2. Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien
3. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang Mengikuti jadwal yang telah dibuat
Mengetahui peningkatan kemampuan klien
Untuk dapat dilakukan dirumah secara mandiri
TUK 6 : klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Setelah 2 x interaksi klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada 1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan HDR
2. Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat
3. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah Untuk diketahui dan dilakukan oleh klien
Mengingkatkan harga diri klien
7. Intervensi
a. Strategi Pelaksanaan
1) SP I
a) Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien
b) Membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan
c) Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien
d) Melatih pasien sesuai dengan kemampuan yang dipilih
e) Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien
f) Menganjurkan pasien untuk memasukkan kedalam jadwal harian
2) SP II
a) Mengevaluasi jadwal harian pasien
b) Melatih kemampuan kedua
c) Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
DAFTAR PUSTAKA
Chayatin. 2008. Prinsip Dasar & Aplikasi Penulisan LP & SP. Salemba Medika : Jakarta
Depkes, RI. 2000. Keperawatan jiwa : Teori & tindakan keperawatan jiwa. Depkes RI : Jakarta
Keliat, Budi Anna, dkk. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa. EGC : Jakarta
Maryam. 2007. Asuhan Keperawatan Jiwa. Jogjakarta: Nuha Medika Press.
Stuart, G. W. 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 5. EGC : Jakarta
Townsend, Mary C. 1998. Diagnosa Keperawatan Psikiatri. Edisi 3. EGC : Jakarta
No comments:
Post a Comment